Senin, 08 April 2013
Rabu, 16 Januari 2013
KUNCI menjadi WANITA SHOLEHAH yang SUKSES
Ada seorang wanita sukses dan sholehah bernama Salma.
Dia mempunyai keluarga yang sangat berbahagia dengan suami dan 4 orang anaknya.
Dia cantik berhiaskan jilbabnya, rajin beribadah dan berakhlak mulia.
Dia juga seorang pengusaha garmenn yg berhasil.
Dari keberhasilannya dia sudah membangun mesjid.
Dan panti asuhan dengan 150 anak yatim.
Dia tidak pernah terlihat sedih, bahkan ketika anak bungsunya meninggal.
Ada seorang temannya bernama Zahrah yg selalu memperhatikannya dan bertanya kepadanya :
“Jeng, saya sangat kagum pada Kamu.”
“Kamu itu sangat rajin ibadah, dari sholat wajib, baca Quran, puasa sunnah, sholat malam, sholat dhuha, selalu tersenyum ramah dan baik kepada setiap orang.”
“Kamu juga mempunyai keluarga yang berbahagia, sabar memberi pelayanan kepada suami dan membimbing serta menyayangi anak-anakmu.”
“Kamu juga seorang pengusaha yang sukses, bisa membangun mesjid dan mempunyai panti asuhan dengan biaya dari usahamu.”
“Jeng….saya ingin seperti kamu, memakai jilbab, rajin ibadah, berakhlak mulia, punya keluarga yang sangat bahagia, dan sukses dalam usaha….”
“Bahkan waktu perusahaanmu dibobol maling dan anak bungsu kesayangan kamu meninggal…saya lihat kamu sangat tenang sekali.”
“Kalau boleh tahu apa KUNCI dari semua itu Jeng?
Salma tersenyum mendengar penuturan dan pertanyaan Zahrah, kemudian menjawab :
“Zahrah sahabatku….. sebenarnya setiap manusia yang memahami dan mengakui ALLAH sebagai Tuhan harusnya bisa seperti itu…”
“Hanya kebanyakan manusia tidak memahami dan mengakui ALLAH sebagai Tuhan.”
“Maksudnya Jeng?”
“Mereka tahu Allah adalah Tuhan Sang PENCIPTA, tapi kadang tidak memahami bahwa karena SEMUANYA adalah CIPTAAN Allah dan atas KUASANYA berarti SEMUANYA adalah MILIK Allah dan mereka tidak mengakuinya.”
“Saya memakai jilbab…karena rambut saya BUKAN MILIK SAYA SENDIRI, tetapi MILIK Allah…dan Allah memerintahkan untuk menutupnya di depan orang yang bukan mahram.”
“Saya sholat, puasa, haji, berusaha berbuat baik kepada semua orang…karena DIRI SAYA BUKAN MILIK DIRI SAYA SENDIRI…Sehingga saya bebas semau saya…tapi DIRI SAYA MILIK ALLAH…saya harus mengikuti semua aturan-aturan-Nya.”
“Saya bersabar melayani suami saya dan mendidik dan menyayangi anak-anak saya walaupun saya sibuk dengan usaha saya…karena suami dan anak saya BUKAN MILIK SAYA…tetapi MILIK Allah yg diamanahkan kepada saya.”
“Saya mempunyai usaha yang berhasil…bukan karena saya hebat…tetapi karena Allah telah membukakan pintu rizki untuk saya dan untuk karyawan-karyawan saya… dan itupun semuanya MILIK Allah..saya hanya diberi amanah saja.”
“Dan saya mempunyai anak bungsu yang sangat saya sayangi…itupun MILIK Allah…saya tidak berhak menahannya waktu diambil oleh-Nya…karena itu BUKAN MILIK SAYA….dan Allah masih memberikan 3 anak yang lain serta PINJAMAN-PINJAMAN-NYA YANG LAIN….YANG SANGAT BANYAK…”
Zahrah termenung…..dan tak berasa butiran-butiran air matanya jatuh dan menangis sambil memeluk Salma…..
” Selama ini saya tahu Allah sebagai Tuhanku…tetapi saya tidak paham bahwa SEMUANYA ADALAH MILIKNYA……Kita tidak mempunyai apapun di dunia ini….dan saya sering TIDAK MENGAKUI bahwa Allah adalah PEMILIK SEGALANYA.”
” Benar Zahrah …….dan kita berkewajiban mensyukuri semua nikmat PINJAMAN dari ALLAH. Allah berfirman dalam QS Ibrahim ayat 7 :
Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’un
“Sesungguhnya kita adalah milik Allah…..dan kita semuanya akan kembali kepadanya.”
Mampukah Aku Menjadi Wanita Sholeha
Semalam aku mendapat sms dari sahabat lama nun jauh di seberang sana
subhanallah.. isi sms itu sungguh membuat aku malu dan terharu sekaligus termotivasi
"Hari yang diberkahi, Semoga Alloh menjadikan sahabatku MUJAHIDAH TANGGUH, Secerdas Aisyah, Sesabar Fatimah, Setegar Ummu Sulaim, Selembut Khadijah, Seberani Shafiyah. Wish Alloh Always with u My Dear"
subhanallah.. sms itu mengingatkan ku kembali kepada sosok wanita-wanita sholeha tersebut, terbayang dipelupuk mataku bagaimana cerdasnya Ibunda Aisyah, bagaimana sabarnya Fatimah dalam menghadapi kehidupannya yang sangat sederhana, bagaimana Tegarnya Ummu Sulaim menghadapi suaminya, bagaimana Lembutnya Ibunda Khadijah ketika menenangkan Baginda Rasulullah saat beliau ketakutan dalam menerima wahyu, bagaimana Beraninya Ibunda shafiyah....
subhanallah....., aku? pantaskah aku mendapat julukan wanita sholeha????
cerdas?Tegar?Lembut?Berani? sudahkah sifat-sifat mulia itu melekat dalam diriku???
Ya Rabb, jika sifat-sifat itu belum ada dalam diriku, Izinkan aku , beri aku kemampuan tuk dapat memiliki sifat-sifat itu Ya Rabb.
Aku ingin menjadi wanita yang cerdas, walau mungkin aku tak kan pernah sanggup menyamai Ibunda Aisyah
Aku ingin menjadi wanita yang Sabar seperti Fatimah Az-Zahra, sabar dalam setiap keadaan
Aku ingin menjadi wanita yang Tegar seperti Ummu Sulaim, TEgar dalam menghadapi segala cobaan hidup
Aku ingin menjadi wanita yang Lembut, walau aku sadar tak kan sanggup aku menjadi selembut Ibunda Khadijah
Aku ingin menjadi wanita yang berani seperti Ibunda Shafiyah, berani mengatakan yang benar itu adalah benar dan yang bathil itu bathil.
Ya Rabb, bimbing aku, hingga ku dapat menjadi wanita sholeha penghias dunia penghuni Syurga Aamiin.
1 Tahun lalu ada seorang sahabat yang mengirimkan puisi dibawah ini untuk ku....
"MAMPUKAH AKU MENJADI WANITA SHOLEHA"
The beauty of a woman is not in the clothes she wears, the figure that she carries,or the way she combs her hair.
The beauty of a woman must be seen in her eyes,because that is the doorway to her heart, the place where love resides.
The beauty of a woman is not in a facial mole,
But true beauty in a woman is reflected in her soul.
It is the caring that she lovingly gives, the passion that she shows and the beauty of a woman.
With passing years-only grows!
Mampukah aku menjadi seperti Siti Khadijah?
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah
Penawar hati kekasih Allah
Susah dan senang rela bersama...
Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah?
Isteri Rasulullah yang bijak
Pendorong kesusahan dan penderitaan
Tiada sukar untuk dilaksanakan...
Mengalir air mataku
Melihat pegorbanan puteri solehah Siti Fatimah
Akur dalam setiap perintah
Taat dengan ayahnya, yang sentiasa berjuang
Tiada memiliki harta dunia
Layaklah dia sebagai wanita penghulu syurga...
Ketika aku marah
Inginku intip serpihan sabar
Dari catatan hidup Siti Sarah....
Tabah jiwaku
Setabah umi Nabi Ismail
Mengendong bayinya yang masih merah
Mencari air penghilang dahaga
Diterik padang pasir merak
Ditinggalkan suami akur tanpa bantah
Pengharapannya hanya pada Allah
Itulah wanita Siti Hajar....
Mampukah aku menjadi wanita solehah?
Mati dalam keunggulan iman
Bersinar indah, harum tersebar
Bagai wanginya pusara Masyitah....
NB: semoga kita semua (para akhwat) dapat terus berusaha tuk menjadi wanita sholeha, sebagaimana yang disebutkan bahwa "sebaik-baik perhiasan dunia adalah Wanita yang Sholeha".
subhanallah.. isi sms itu sungguh membuat aku malu dan terharu sekaligus termotivasi
"Hari yang diberkahi, Semoga Alloh menjadikan sahabatku MUJAHIDAH TANGGUH, Secerdas Aisyah, Sesabar Fatimah, Setegar Ummu Sulaim, Selembut Khadijah, Seberani Shafiyah. Wish Alloh Always with u My Dear"
subhanallah.. sms itu mengingatkan ku kembali kepada sosok wanita-wanita sholeha tersebut, terbayang dipelupuk mataku bagaimana cerdasnya Ibunda Aisyah, bagaimana sabarnya Fatimah dalam menghadapi kehidupannya yang sangat sederhana, bagaimana Tegarnya Ummu Sulaim menghadapi suaminya, bagaimana Lembutnya Ibunda Khadijah ketika menenangkan Baginda Rasulullah saat beliau ketakutan dalam menerima wahyu, bagaimana Beraninya Ibunda shafiyah....
subhanallah....., aku? pantaskah aku mendapat julukan wanita sholeha????
cerdas?Tegar?Lembut?Berani? sudahkah sifat-sifat mulia itu melekat dalam diriku???
Ya Rabb, jika sifat-sifat itu belum ada dalam diriku, Izinkan aku , beri aku kemampuan tuk dapat memiliki sifat-sifat itu Ya Rabb.
Aku ingin menjadi wanita yang cerdas, walau mungkin aku tak kan pernah sanggup menyamai Ibunda Aisyah
Aku ingin menjadi wanita yang Sabar seperti Fatimah Az-Zahra, sabar dalam setiap keadaan
Aku ingin menjadi wanita yang Tegar seperti Ummu Sulaim, TEgar dalam menghadapi segala cobaan hidup
Aku ingin menjadi wanita yang Lembut, walau aku sadar tak kan sanggup aku menjadi selembut Ibunda Khadijah
Aku ingin menjadi wanita yang berani seperti Ibunda Shafiyah, berani mengatakan yang benar itu adalah benar dan yang bathil itu bathil.
Ya Rabb, bimbing aku, hingga ku dapat menjadi wanita sholeha penghias dunia penghuni Syurga Aamiin.
1 Tahun lalu ada seorang sahabat yang mengirimkan puisi dibawah ini untuk ku....
"MAMPUKAH AKU MENJADI WANITA SHOLEHA"
The beauty of a woman is not in the clothes she wears, the figure that she carries,or the way she combs her hair.
The beauty of a woman must be seen in her eyes,because that is the doorway to her heart, the place where love resides.
The beauty of a woman is not in a facial mole,
But true beauty in a woman is reflected in her soul.
It is the caring that she lovingly gives, the passion that she shows and the beauty of a woman.
With passing years-only grows!
Mampukah aku menjadi seperti Siti Khadijah?
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah
Penawar hati kekasih Allah
Susah dan senang rela bersama...
Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah?
Isteri Rasulullah yang bijak
Pendorong kesusahan dan penderitaan
Tiada sukar untuk dilaksanakan...
Mengalir air mataku
Melihat pegorbanan puteri solehah Siti Fatimah
Akur dalam setiap perintah
Taat dengan ayahnya, yang sentiasa berjuang
Tiada memiliki harta dunia
Layaklah dia sebagai wanita penghulu syurga...
Ketika aku marah
Inginku intip serpihan sabar
Dari catatan hidup Siti Sarah....
Tabah jiwaku
Setabah umi Nabi Ismail
Mengendong bayinya yang masih merah
Mencari air penghilang dahaga
Diterik padang pasir merak
Ditinggalkan suami akur tanpa bantah
Pengharapannya hanya pada Allah
Itulah wanita Siti Hajar....
Mampukah aku menjadi wanita solehah?
Mati dalam keunggulan iman
Bersinar indah, harum tersebar
Bagai wanginya pusara Masyitah....
NB: semoga kita semua (para akhwat) dapat terus berusaha tuk menjadi wanita sholeha, sebagaimana yang disebutkan bahwa "sebaik-baik perhiasan dunia adalah Wanita yang Sholeha".
Kata-kata untuk wanita sholehah
(Hr. Abu Dawud & At – Tirmidzi )
Wanita diciptakan dari tulang rusuk,bila dibiarkan maka di akan terus bengkok,namun bila dipaksa maka dia akan patah.maka mengertilah mereka Iman adalah ucapan dengan lisan , keyakinan dengn hati , dan amalan dengan anggota badan.iman juga adalah ucapan dan amalan bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.Syukur adalah sebuah istilah yang digunakan pada pengakuan | pengetahuan akan sebuah nikmat.Sesungguhnya orang – orang mukmin itu adalah orang yang apabila di sebut nama Allah gemetarlah hati mereka,dan bila dibacakan kepada mereka ayat – ayat Nya bertambahlah iman mereka,dan mereka hanya bertawakal kepada Rabbnya.
( QS. Al – Anfal ayat 2 – 4 )
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengenai Saya |
|